Home > Info > Kampung Inggris Bisa Dibayar Dengan Uang Digital

Kampung Inggris Bisa Dibayar Dengan Uang Digital

September 12, 2019 Leave a comment Go to comments

Dengan perkembangan pesat dari jalur kereta api berkecepatan tinggi, kami juga harus mulai berkonsentrasi pada pengembangan TOD, katanya. Saat ini, kemajuan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung telah mencapai 17,5 persen. Menteri BUMN menargetkan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung mencapai 59 persen sebelum akhir tahun ini. Stasiun Walini akan terhubung dengan moda transportasi umum lainnya, untuk meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas orang-orang di wilayah tersebut.

Dengan lahan seluas 1.278 hektar, Walini diharapkan menjadi area Transit Oriented Development (TOD). Sistem integrasi dan pengembangan infrastruktur transportasi publik yang ditingkatkan di wilayah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas di masyarakat. Sebelumnya, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau Wika mengungkapkan bahwa proyek tersebut juga akan termasuk membangun properti baru. Ada tiga area besar, yang pertama di Karawang, yang kedua di Tegalluar, perbatasan Bandung, dan area ketiga terletak di Walini.

Kampung Inggris Bisa Dibayar Dengan Uang Digital – Cek terlebih dahulu apa saja program kampung inggris pare kediri jawa timur. Walini akan menjadi kota baru. Dengan tiga titik area, pendapatan yang diproyeksikan diperkirakan akan mencapai Rp266,1 triliun. Pemerintah, melalui Komite Keuangan Islam Nasional (KNKS), memperluas ruang lingkup sistem pembayaran digital milik negara, LinkAja, ke dalam sistem pembayaran syariah.

Kelima anggota LinkAja, termasuk perusahaan bank milik negara PT Bank Mandiri, PT Bank Negara Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia dan PT Bank Tabungan Negara, serta lembaga keuangan PT Fintek Karya Nusantara, akan membentuk pembayaran digital yang sesuai syariah dan platform uang elektronik pada Agustus 2019.

Mengenai platform ekonomi digital, selain kerjasama e-commerce, kami juga akan bekerja dengan pemilik LinkAja untuk membangun LinkAja syariah, bersama dengan empat pemilik bank syariah, Ventje Rahardjo Soedigno, Direktur Eksekutif Komite Keuangan Islam Nasional (KNKS) mengatakan kepada sebuah konferensi pers ketika meluncurkan Master Plan Ekonomi Syariah di sini pada hari Selasa.

Komitmen LinkAja untuk pembentukan instrumen pembayaran syariah terkandung dalam nota kesepahaman pada peluncuran Rencana Induk Ekonomi Syariah. Presiden Joko Widodo memimpin peluncuran Rencana Induk Ekonomi Syariah.

Ventje mengatakan pembentukan syariah LinkAja adalah salah satu dari beberapa inisiatif dari roadmap pengembangan ekonomi Islam KNKS.

Juga, Direktur Pengembangan Ekonomi Syariah dan Industri Halal KNKS Afdhal Aliasar merinci bahwa jika LinkAja syariah telah didirikan, instrumen pembayaran digital akan mendorong pembangunan komunitas untuk e-commerce, transaksi perbankan dan pembayaran untuk kegiatan keagamaan, seperti zakat (alm) dan wakaf (properti mortmain).

Kami berharap LinkAja Syariah menjadi sistem pembayaran digital yang mampu mendukung ekosistem digital ekonomi syariah yang terhubung dengan sistem perdagangan ‘e-commerce’, produk keuangan syariah, pariwisata halal, dan juga melayani transaksi dana keagamaan sosial, seperti infaq, zakat dan wakaf, dengan masjid dan lembaga zakat di seluruh Indonesia, katanya.

Afdhal menargetkan pembentukan LinkAja Syariah yang akan didirikan pada Agustus 2019. Untuk peluncuran Rencana Induk Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019-2024, pemerintah memiliki empat langkah strategis untuk mengembangkan ekonomi Islam dan dimaksudkan agar Indonesia menjadi produsen utama dalam rantai industri halal di seluruh dunia pada tahun 2024.

Categories: Info
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s